LMI (Lembaga Manajemen Infaq) menerima dan menyalurkan ZAKAT, INFAQ, SHODAQOH, WAKAF dan AMAL JARIYAH Anda..

Lembaga Manajemen Infaq [LMI] adalah Lembaga Amil Zakat yang didirikan pada 17 September 1995, dan disahkan menjadi LAZ Propinsi Jawa Timur dengan SK Gubernur Jawa Timur No. 451/1702/032/2005. SK MENTERI HUKUM & HAM: AHU-1279.AH.01.04 Tahun 2009 LMI MADIUN : Berdiri pada bulan Juli 2005 dan diresmikan pada 11 September 2005

REKENING:
1.
BCA 1771064766 a.n. Miftahurrohman 2. BNI 9545951-0 a.n. Miftahurrohman 3. BNI SYARIAH 0243483412 a.n. Agus Hariono 4. BRI 6353-01-000219-50-1 a.n. Lembaga Manajemen Infaq 5. MANDIRI 144-00-1189170-9 a.n. Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah 6. BMI 742.00037.22 a.n. LMI Cabang Madiun 7. BSM 2607007244 a.n. LMI Cabang Madiun 8. BII 1051231127 a.n. Oki Surendro 9. JATIM 0052765897 a.n. Miftahurrohman

SETELAH TRANSFER, SILAKAN KONFIRMASI KE

081 234 200 200, 085 645 200 200, 083 872 200 200, 087 783 200 400, PIN : 3165D4F8


Minggu, 21 Juli 2013

Laporan Kegiatan Bulan Maret 2013



Laporan Kegiatan Bulan Maret 2013

Program Dakwah

1.       Kegiatan Majelis Ta’lim
Selain kajian di 24 majelis ta’lim yang dibina oleh LMI, Evaluasi serta penyeragaman materi dakwah juga dilaksanakan. Seperti jalan yang tiak selalu mulus, begitu juga perjalanan majelis ta’lim yang selama ini dikelola oleh para penggerak dakwah. Materi-materi yang disampaikan, kadang juga masyarakat sangat antusias mendengarkan dan mengamalkan. Akan tetapi ketika materi ataupun ustadz yang menyampaikan kurang bisa membaur dengan masyarakat akibatnya adalah materi yang disampaikan pun tidak berhasil dicerna masyarakat. Ujian dalam dakwah dan menuntut keistiqomahan para penggeraknya.

2.       Kajian Tafsir
Kajian yang dengan setia menemani ibu-ibu dalam kurun waktu yang tidak singkat. Alhamdulillah jumlah jama’ahnya semakin meningkat seiring pergantian pengisi kajian. Kami juga terus berusaha mencoba menghadirkan materi-materi tafsir yang diminati oleh ibu-ibu jama’ah. Selama ini untuk tempat dan waktu kajian tidak pernah berubah, yaitu di Masjid Baiturrohman Jl. Semangka jam 16.00 WIB. Dibuka untuk umum, siapa saja yang berminat mengikuti kajian, silahkan datang di tempat. 

3.       BBQ (Belajar baca Al Qur’an)
Program BBQ masih tetap digulirkan. Bagi masyarakat yang belum mengenal BBQ (Belajar Baca Al qur’an)dipersilahkan untuk datang berkunjung ke pondok tahfidz “Ummul Qur’an” Jl. Salak Barat GG VII. Untuk belajar baca Al qur’an kami tetap memberikan peluang dan kesempatan kepada masyarakat. Memang sedikit berbeda dengan 1 bulan sebelumnya. BBQ kini dipusatkan di Q-Center Jl. Salak 2  barat GG. VII. Selain untuk meramaikan pondok, tujuan kita juga memperkenalkan kepada masyarakat sekitar. Insya Alloh sudah tersedia tempat yang nyaman dan luas serta ustadz dan ustdzah berpengalaman.

4.       Beasiswa Penghafal Al Qur’an
Beasiswa penghafal Al Qur’an rutin diberikan kepada 3 santri yang sekarang menyelesaikan hafalannya di rumah Qur’an An Nadwah Jakarta Timur. Diantaranya 2 santri berasal dari magetan dan 1 santri dari kota madiun. Alhamdulillah bertambah lagi 1 orang santri yang latar belakangnya lulusan pondok gontor yang memang dia mempunyai azzam/kemauan yang sangat kuat untuk ikut menjadi penghafal Al Qur’an di WA MMY  yang sementara menunggu pendaftaran santri baru, santri tersebut membantu mengajar anak-anak LMI untuk belajar membaca Al Qur’an. 

5.       Kafalah guru dan Da’i
Dalam rangka membantu mensejahterakan para penggerak dakwah, LMI memberikan bantuan berupa kafalah untuk guru dan da’i. Beerapa yang sudah rutin menerima kafalah diantaranya TPA Robbani banjarsari, TPA Al Lu’aimi kresek, MIT bakti Ibu, MI Al Hidayah.

6.       Kegiatan santri tahfidz
Untuk kesehariannya, santri tahfidz “Ummul qur’an” tidak berbeda dengan santri tahfidz  pada umumnya. Rutinitas menghafal dan murojaah menjadi agenda rutin. Muroja’ah bulanan diadakan 1x /bulan. Dari semua hafalan yang sudah dihafal anak-anak awajib disetorkan dan di murojaah. Semenjak bangun tidur dan sampai tidur kembali, agenda sudah terkontrol.



PRROGRAM PINTAR 

1.       Beasiswa Ngawi
Sebanyak 20 siswa di MTsN Kendal Ngawi menerima beasiswa tiap bulannya. Pembinaan bagia anak asuh juga di fasilitasi. Kerjasama dan loyalitasa yang baik dari pihak pengurus  menjadikan semua proses penyaluran menjadi lancar. 

2.        Beasiswa Ponorogo
Ngebel, sambit, totokan merupakan beberapa daerah yang mendapatkan beasiswa dari LMI. Diantaranya 15 anak terdiri dari 12 anak dhuafa (kuyrang mampu) dan 3 anak yatim. Alhamdulillah mereka dibimbing dan dibina oleh pengurus yang insya Allah amanah.   

3.       Santunan Pendidikan
Santunan pendidikan kali ini kami berikan kepada ramadian (Siswa SMKN 1) untuk pelunasan biaya gedung.  Mifta dan Nisa (SD Pangangongan) yang kini ibunya berjualan kopi keliling Rumah sakit demi menyambung hidupnya. Beasiswa juga diberikan pada ambar maysaroh (mahasiswa IKIP) untuk pembiayaan kuliahnya. 

4.       Beasiswa kebonsari
Sebanyak 18 anak di kebonsari rutin menerima besaiswa dari LMI. Pembinaan aqidah dan akhlak piun dilakukan setiap bulan sekali. Masjid Abdulloh Krandegan Kebonsari yang menjadi tempat pilihan pengurus untuk membagikan beasiswa. 

5.       Beasiswa Caruban
Daerah caruban merupakan daerah yang menerima beasiswa tiap bulannya yang sudah dikoordinasi dengan baik. Diantaranya 27 anak yatim dan 8 anak Dhuafa (kurang mampu). Masjid Al Istiqomah yang selalu menjadi tempat berkumpulnya anak-anak untuk pengambilan beasiswa.

6.       Kegiatan Pembinaan
Pembinaan / Bina Character sudah rutin dilakukan tiap hari minggu. Pesertanya mencapai 80 anak yang terdiri dari siswa siswi SMP dan SMA. Tempatnya pun masih istiqomah di rumah tahfidz, harapannya dengan semua kegiatan berpusat disana, anak-anak juga akan lebih mengenal rumah tahfidz.


PROGRAM EMAS

1.       Bantuan Modal
Bantuan Modal  masih digulirkan kepada 2 pedagang yaitu pedagang ronde(P’Untung) dan warung minuman milik p’Dwi di Jl. Asahan. 

2.       Santunan Dhuafa
Bukan hanya anak yatim dan anak-anak sekolah yang kurang mampu yang mendapatkan bantuan dari LMI Madiun. Janda, Dhuafa, lansia dan abang becak juga menerima santunan dari LMI. Antara lain mbah diyem(lansia sebatangkara) yang sekarang sudah tidak mampu lagi berjalan. Lansia yang masih terbantu antara lain: mbah lasinem, mbah wiyono, mbah sarju, mbah marto daud, mbok mirah (wayut), P’Slamet mariyono, Mbah saji dan masih banyak nama yang belum tertuliskan.

PROGRAM SEHATI
Program layanan kesehatan ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan kesehatan. Seperti halnya Mbah sarju yang menderita katarak, sementara untuk makan sehari-hari saja beliau masih mengandalkan tetangganya. Kemudian Arif (penderita tumor di leher sejak kecil). Ukkin (penderita kelainan anus), Bu soinem yang lumpuh layu, sehingga berjalan pun tak sanggup. Serta mbah parti yang masih harus berjuang melawan tumor di kakinya dengan kondisi mata yang juga terkena katarak. Hingga menyebabkan mata beliau tak bisa lagi melihat normal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar